SJ Content Slideshow

:

    
  • 1

  • 2

  • 3

  • 4

  • 5

Ingat Arief Suditomo ? Mantan Broadcaster Televisi itu, Sabtu malam 04 Juli 2015 siaran pada acara Koes Family (lagu KoesPlus/Bersaudara) di 90.9 LITAFM. Tak hanya jadi bintang tamu, beberapa sms pendengar langsung dibacanya sendiri layaknya penyiar radio yang sedang siaran. Tak hanya itu, Arief Suditomo (AS) juga berinteraksi langsung dengan pendengar via telephone.

Dua jam lebih, AS ”mendadak jadi penyiar radio” melayani sapa dan salam pendengar, mulai permintaan lagu, hingga diskusi kecil mengenai kiprahnya di dunia politik. Pendengar bahkan melayangkan SMS agar AS bisa menjadi wakil rakyat yang ‘amanah’. Terhadap interaksi Keluarga Lita (sebutan pendengar), AS sangat terharu atas kebaikhatian publik yang tercermin melalui kata yang terangkai dalam SMS yang dibacanya. Menurut Arief, pendengar Lita FM sangat menjaga sopan santun dalam berkomunikasi. 


“Saya senang sekali malam ini siaran bersama Mas Partho. Pendengar  sangat baik perhatiannya pada siaran. Mereka tidak instrukstif, sangat hangat menyambut siaran duet kita. Satu lagi Mas Mas Partho, pendengar Lita FM punya optimisme yang tinggi, agar negeri kita Indonesia ini, lebih baik dimasa datang”, demikian disampaikan AS saat hendak mengakhiri siarannya.

Kata orang bijak, rezeki pasti ada kalau dicari. Di masa vakum sepakbola nasional, Airlangga Sucipto dan Tony Sucipto punya momen untuk memulai usahanya yang jauh dari lapangan hijau: membuka restoran keliling.

Kedua pesepakbola itu memberi nama bisnis barunya itu dengan "Street Gourmet". Sesuai namanya, Street Gourmet adalah restoran yang menggabungkan konsep kuliner dan pariwisata dengan menggunakan bus. Restoran keliling ini mengajak tamunya untuk menikmati berbagai hidangan lezat sambil berkeliling Kota Bandung.

Menurut Airlangga, selain bersama Tony yang saat ini masih tercatat sebagai pemain "Maung Bandung", bisnis kuliner ini digagas patungan dengan teman-temannya yang lain yang bukan pesepakbola. Konsep kuliner unik ini sudah digodok sejak Desember 2014, namun baru diluncurkan pada pertengahan Juni lalu.

Selamat datang di Seoul Central Mosque, masjid pertama sekaligus tertua di Korea Selatan. Masjidnya berwarna putih, memiliki menara yang tinggi dengan tulisan 'Allahu Akbar' di bagian depannya. Sungguh, terlihat cantik!

Masjid cantik di Korea Selatan, memangnya ada? Ya, siapa sangka kalau Negeri Gingseng ini punya masjid cantik nan bersejarah. Meskipun, Korsel bukan negara dengan mayoritas penduduknya Muslim. Nama masjid ini ialah Seoul Central Mosque. Lokasinya, beralamat di 39 Usadan-ro 10-gil, Yongsan, Seoul. Tepat di antara Sungai Hangang dan Gunung Namsan.

Dari situs resmi Seoul Central Mosque masjid ini didirikan pada 21 Mei 1976. Pendirinya, merupakan komunitas Muslim setempat yang bermukim di Distrik Yongsan. Mereka pun, kebanyakan adalah para pendatang dari negara di Timur Tengah.

Boleh jadi lantaran semakin tumbuh dan berkembangnya umat Islam, baik kuantitas maupun kualitasnya, harus bertambah pula kapasitas fasilitas ibadah seperti masjid atau mushola. Namun, justru di lokasi yang biasa dijadikan keramaian atau lokasi tujuan wisata, masih dirasakan kurang ketersediaan fasilitas tempat ibadah.

Yayasan Masjid Nusantara rupanya melihat kondisi ini. Maka dibuatlah Mobile Masjid yang bisa ditempatkan dimana saja ada pusat keramaian. “Kami berharap mobil ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang membutuhkan fasilitas ibadah di lokasi keramaian,” kata Sobirin, Direktur Yayasan Masjid Nusantara. Mobil Masjid ini bisa standby di halaman mall, stadion sepakbola atau tempat-tempat wisata.

Kompak di desa, kompak diperantauan
Bila sebuah paguyuban, perkumpulan atau komunitas perantau dengan mencantumkan nama daerah asal kabupaten atau kota atau merujuk dari wilayah/ daerah , tentu lazim sering kita tahu. Selama ini, seperti Suling Mas (Banyumas – Jateng), Sanyuri (Santi Paguyuban Kediri – Jatim) dll misalnya. Tapi, ini sungguh lain. Mereka adalah kaum perantau asal sebuah desa, yang bermukim di kota besar (Bandung). Yang saya maksud adalah, KOMPAK (Komunitas Perantau Ketanggan), perantau dari desa Ketanggan Kecamatan Gringsing Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

Keberanian kaum perantau berkumpul lalu membentuk paguyuban itulah yang memicu saya memberanikan diri untuk mengajaknya siaran Tamba Kangen (Javanesse Music) di Lita FM Bandung pada Rabu 24 Juni 2015. Meski baru berusia 4 bulanan, dibentuk awal 2015 lalu, KOMPAK telah melesat dengan dasar yang kuat yaitu silaturahmi sesama perantau satu desa, dengan menuangkan AD/ART (Anggaran Dasar/ Anggaran Rumah Tangga) dalam sebuah akta pendirian di notaries. Membaca sekilas isi AD ART-nya, saya kagum akan kemampuan mereka menorganisir paguyuban dengan berbegas menyusun kepungurusan (struktur organisasi), menghimpun kas, membuat program kerja, dan bersosialisasi tak hanya bagi anggota dan calon anggotanya, pula melalui media.

Baca-Baca >>

ARIEF SUDITOMO : MENDADAK JADI PENYIAR LITA FM “Radio Masih Dibutuhkan Sampai Kapanpun”

Hits:43 Kabar On-air

ARIEF SUDITOMO : MENDADAK JADI PENYIAR LITA FM “Radio Masih Dibutuhkan Sampai Kapanpun”

Ingat Arief Suditomo ? Mantan Broadcaster Televisi itu, Sabtu malam 04 Juli 2015 siaran pada acara Koes Family (lagu KoesPlus/Bersaudara) di 90.9 LITAFM. Tak hanya jadi bintang tamu, beberapa sms pendengar langsung dibacanya sendiri layaknya penyiar radio yang sedang siaran. Tak hanya itu, Arief Suditomo (AS) juga berinteraksi langsung dengan...

Read more

Ini Restoran Keliling Bandung ala Airlangga dan Tony Sucipto

Hits:81 Halo Bandung

Ini Restoran Keliling Bandung ala Airlangga dan Tony Sucipto

Kata orang bijak, rezeki pasti ada kalau dicari. Di masa vakum sepakbola nasional, Airlangga Sucipto dan Tony Sucipto punya momen untuk memulai usahanya yang jauh dari lapangan hijau: membuka restoran keliling. Kedua pesepakbola itu memberi nama bisnis barunya itu dengan "Street Gourmet". Sesuai namanya, Street Gourmet adalah restoran yang menggabungkan konsep...

Read more

Siapa Sangka, Masjid di Korea Selatan Secantik Ini

Hits:94 Pernak-Pernik

Siapa Sangka, Masjid di Korea Selatan Secantik Ini

Selamat datang di Seoul Central Mosque, masjid pertama sekaligus tertua di Korea Selatan. Masjidnya berwarna putih, memiliki menara yang tinggi dengan tulisan 'Allahu Akbar' di bagian depannya. Sungguh, terlihat cantik! Masjid cantik di Korea Selatan, memangnya ada? Ya, siapa sangka kalau Negeri Gingseng ini punya masjid cantik nan bersejarah. Meskipun, Korsel...

Read more

Mobile Masjid Kunjungi Keramaian dan Tempat-tempat Wisata

Hits:99 Halo Bandung

Mobile Masjid Kunjungi Keramaian dan Tempat-tempat Wisata

Boleh jadi lantaran semakin tumbuh dan berkembangnya umat Islam, baik kuantitas maupun kualitasnya, harus bertambah pula kapasitas fasilitas ibadah seperti masjid atau mushola. Namun, justru di lokasi yang biasa dijadikan keramaian atau lokasi tujuan wisata, masih dirasakan kurang ketersediaan fasilitas tempat ibadah. Yayasan Masjid Nusantara rupanya melihat kondisi ini. Maka dibuatlah...

Read more

Kompak : Komunitas Perantau Ketanggan

Hits:138 Pernak-Pernik

Kompak : Komunitas Perantau Ketanggan

Kompak di desa, kompak diperantauanBila sebuah paguyuban, perkumpulan atau komunitas perantau dengan mencantumkan nama daerah asal kabupaten atau kota atau merujuk dari wilayah/ daerah , tentu lazim sering kita tahu. Selama ini, seperti Suling Mas (Banyumas – Jateng), Sanyuri (Santi Paguyuban Kediri – Jatim) dll misalnya. Tapi, ini sungguh lain....

Read more